“Kenapa tidak dikasih semuanya langsung, supaya tidak gampang rusak. Jadi, kelas satu ya cukup satu buku saja yang dipakai. Kalau rusak atau habis, boleh datang ke Pak Guru,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memberikan pesan bahwa masih banyak stok untuk peralatan sekolah jika milik siswa rusak atau habis.
“Jadi, tidak perlu alasan untuk saya tidak perlu alasan saya nggak mau ke sekolah karena tidak buku atau pensil,” tuturnya.
Sebelumnya, sempat viral hingga lebih dari 10 ribu kali penayangan tentang cerita siswa di SD tersebut mengungkapkan bahwa harga buku yang mahal.
Sehingga, para siswa menggunakan satu buku untuk menulis berbagai mata pelajaran sekaligus.
*