• Kamis, 28 September 2023

Mengenal Makna Hari Raya Ceng Beng dalam Budaya Tionghoa, Tetap Menjaga Lingkungan dalam Pelaksanaan Ritual

- Senin, 3 April 2023 | 08:46 WIB
Hari Raya Ceng Beng, ritual dalam tradisi Tionghoa. (Dok Istimewa)
Hari Raya Ceng Beng, ritual dalam tradisi Tionghoa. (Dok Istimewa)

PRONUSANTARA.COM - Hari Raya Ceng Beng atau sering juga disebut sebagai Qingming Festival adalah salah satu perayaan yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Perayaan ini jatuh pada tanggal 4 atau 5 April setiap tahunnya dan merupakan momen yang penting bagi masyarakat Tionghoa

Untuk memperingati dan memberikan penghormatan kepada leluhur mereka.

Hari Raya Ceng Beng memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa.

Karena dianggap sebagai waktu untuk menghormati dan mengenang leluhur yang telah meninggal.

Dalam tradisi Tionghoa, leluhur dianggap masih ada dan berada dalam dunia roh. Oleh karena itu

Hari Raya Ceng Beng, masyarakat Tionghoa melakukan ritual untuk memuliakan dan memberikan penghormatan kepada leluhur mereka.

Salah satu ritual yang dilakukan pada Hari Raya Ceng Beng adalah membersihkan makam leluhur.

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa dengan membersihkan makam, mereka dapat menunjukkan rasa hormat dan menghargai leluhur mereka.

Selain itu, mereka juga akan mendapatkan berkah dan perlindungan dari leluhur mereka.

Selain membersihkan makam, masyarakat Tionghoa juga melakukan beberapa ritual lainnya pada Hari Raya Ceng Beng.

Beberapa di antaranya adalah membakar kertas persembahan, memanjatkan doa, dan memberikan sesaji kepada leluhur.

Membakar kertas persembahan adalah salah satu tradisi yang sudah dilakukan sejak lama dalam masyarakat Tionghoa.

Kertas persembahan tersebut dibakar sebagai bentuk penghormatan dan persembahan kepada leluhur.

Halaman:

Editor: David Sumilat

Tags

Terkini

Amalan di Bulan Muharram: Keutamaan dan Dalilnya

Selasa, 18 Juli 2023 | 21:40 WIB
X